Vrydag 15 Maart 2013

KRUPUK TENGIRI KUALITAS NO 1
“MEREK TOHA SNACK”
HARGA GROSIR ( Belum Termasuk ONGKIR Via JNE) :
1 BAL ( 3 Kg )                                               :  Rp 165.000,-
1 KANTONG KECIL  ( 50 Gram )                 :  Rp     3.500,-

Masakan Khas Manado

Masakan khas Manado - Sulawesi Utara yang sudah masuk kategori selera Nusantara adalah Bubur Manado atau Tinotuan dan Masakan Woku
Bubur Manado
bubur manado ellengajatmi_wp
 Bubur Tinotuan , atau lebih populer dengan nama Bubur Manado, merupakan salah satu makanan khas dari Kota Manado, Sulawesi Utara. Makanan ini boleh dikatakan telah menusantara, karena dapat ditemukan disemua kota dan sesuai selera nusantara, lagi pula sangat sarat dengan Gizi.

Bahan :
1 mangkok bubur
100g-kangkung- yang sudah dipetik dari tangkainya
2 buah jagung muda, disisir
250g -ubi jalar- merah, dipotong dadu dan direbus
50g -daun melinjo
50g -daun kemangi
1sdt garam
½sdt gula pasir
200ml -air
100g -ikan asin
Cara membuat :
  • Rebus bubur beserta air hingga mendidih, kemudian masukkan ubi masak hingga tercampur rata.
  • Masukkan jagung, kangkung, daun melinjo, daun kemangi, garam, dan gula. Masak hingga sayur cukup matang.
  • Sajikan dengan ikan asin.
Masakan Woku
woku_ikanIkan masak woku adalah maskan khas buatan Menado. Sangat nikmat dan  menjadi favorit di semua kota yang doyan dengan ikan .
Ada dua macam sajian woku yaitu woku belanga dan woku bakar. Sedangkan ikannya bisa dari air tawar (yang enak jenis mujair), bisa pula dari ikan laut. Dari beberapa tempat restoran , tercatat juga sebagai Selera Nusantara
Bahan :
* 600 gr (2 ekor) ikan ,potong dua bagian
* 3 batang Serai dirajang halus
* 5 lembar Daun jeruk dirajang halus
* 1/2 lembar Daun kunyit dirajang halus
* 3 batang Daun bawang dirajang
* 1 genggam Daun kemangi
* 2 buah Tomat dipotong 8 bagian
* 3 sdm Daun jeruk
* 4 sdm Minyak untuk menumis
Bumbu yang dihaluskan:
* 10 buah Cabe rawit merah
* 5 buah Cabe merah
* 7 buah Bawang merah
* 5 cm Jahe
* 2 sdt Garam
Cara membuat:
* Panaskan minyak , tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum dan matang kemudian masukkan serai, daun jeruk, daun kunyit, daun bawang, aduk hingga beraroma harum.
* Masukkan ikan mas, aduk hingga seluruh permukaan ikan terlumur dengan bumbunya.
* Letakkan daun kemangi di atas ikan kemudian tutup , teruskan memasak hingga ikan benar-benar matang, angkat dan sajikan.

Pedas-pedas Manado...
Penulis : Fitri Prawitasari | Selasa, 18 Desember 2012 | 08:59 WIB
Dibaca:
|
Share:
DOK RESTORAN BEAUTIKAMakanan yang disajikan di Restoran Beautika, semi fast food. Sehingga pengunjung tinggal memilih menu apa yang mereka inginkan.
Foto:
KOMPAS.com - Masakan Manado terkenal dengan rasanya yang pedas. Tapi justru itu yang membuatnya memiliki banyak penggemar. Salah satu restoran Manado, yaitu Restoran Beautika, menjadi salah satu restoran favorit di kalangan warga Manado yang ada di Jakarta.

Pemilik Restoran Beautika, Sofie M. Eman, merupakan asli keturunan Manado. Ia telah menjalankan bisnis restorannya selama 15 tahun. Mulanya, restoran ini berawal dari sebuah salon, dengan menyajikan panganan kecil khas Manado, seperti bubur manado, pisang goreng, es kacang, dan aneka cemilan lainnya.

Semakin lama pelanggannya semakin suka dengan aneka makanan buatannya, hingga ia mendirikan restoran pada tahun 1997. Restoran pertama yang hingga kini berdiri berada di Jalan Hang Lekir No.1 Kebayoran Baru. Di sini, restoran bergabung dengan salon yang berada di lantai 4.
Selain seluruh makanannya, pelayan di sini pun sebagian besar orang Manado.
-- Sofie M Eman
Restoran ini, memanjakan pengunjungnya dengan menyajikan makanan dengan cepat. Tak seperti di restoran lain, pengunjung harus menunggu makanan yang dipesan datang. Di sini pengunjung tinggal memilih menu yang mereka sukai.

"Karena kita ini konsepnya semi fast food ya, jadi pengunjung tinggal tunjuk-tunjuk yang mereka pilih, tapi tetap makanannya segar, fresh from the oven," ungkap Kartika, anak dari pemilik restoran, yang ditemui Kompas.com.

Seluruh makanan yang disajikan di Restoran Beautika ini, bumbu-bumbunya diracik sendiri oleh Sofie. Terdapat lebih dari 70-an macam menu mulai dari aneka kue, hidangan berat hingga minuman. Pengujung yang datang kesini harus siap pedas. Untuk mengetahui tingkat kepadasan, disetiap makanan diberi nama disertai dengan simbol berupa cabe. "Cabe dua yang pedasnya sedang, cabe tiga sangat pedas," kata Sofie.
Kompas.com berkesempatan mencicipi rasa pedas khas Beautika. Ikan cakalang dengan simbol cabe dua, ternyata berhasil membuat berkeringat menyantapnya. Ikan cakalang yang merupakan ikan khas perairan Sulawesi seperti ikan tongkol, sangat lembut, rasa pedas menyerap hingga ke dalam dagingnya.

Seluruh makanan disini, memiliki porsi yang besar. Kata Sofie, bisa untuk disantap tiga atau empat orang. Sedangkan untuk disantap hanya satu orang, bisa dipilih porsi setengah. Selain itu, makanan yang ada pun dibuat dengan cita rasa Manado. Seperti Nasi Tumpeng, yang biasanya disajikan dengan lauk pauk khas Jawa, namun Beautika mengganti aneka lauk dengan panganan khas Manado.

"Karena kita benar-benar mendatangkan Manado di sini, selain seluruh makanannya, pelayan di sini pun sebagian besar orang Manado. Jadi kan kalau pengunjung yang datang ingin berbicara Manado mereka bisa nyambung," ujar Sofie.
Karena eksistensi Sofie menjaga cita rasa Manado di restorannya, Restoran Beautika, mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta  kategori "Industri Jasa Restoran Indonesia Tradisional Dining" pada awal Desember lalu.
Restoran Beautika juga tak hanya berada di Jalan Hang Lekir, terdapat dua restoran lain yang ada di Jalan Abdul Muis Tanah Abang, dan SCBD Sudirman.

Sentra Usaha
Lezatnya Kuliner Manado
Ditulis oleh Wahyuni Kamah   
Jumat, 06 Juli 2012 09:57
altJika Anda jalan-jalan ke Manado jangan cuma menikmati Taman Laut Bunaken, tapi cobalah wisata kulinernya. Aneka hidangan laut serta makanan tradisional nan lezat tersedia di sini.

MAKANAN KHAS MANADO
Tinutuan atau yang lebih dikenal dengan bubur manado adalah masakan khas Manado yang biasa dimakan saat sarapan pagi. Bubur ini terbuat dari beras yang dicampur dengan sayuran seperti, daun ubi jalar, bayam, kangkung, daun kemangi, dan labu kuning. Warna kuning disebabkan campuran labu kuning. Biasanya, tinutuan dimakan dengan perkedel nike (perkedel ikan kecil yang rasanya asin), ikan cakalang asap, sambal roa, dan perkedel jagung. Benar-benar sehat dan bergizi.

Selain tinutuan, ada juga menu sehat lain yang patut dicoba seperti mie cakalang yang sangat lezat. Semua makanan ini saya dapatkan di Kawasan Wakeke, di Kecamatan Wenang, Kota Manado. Sejak tahun 2004 tempat ini didaulat sebagai pusat jajan tinutuan. Di ruas jalan sepanjang 20 meter ini, rumah-rumah warga beralih menjadi warung makan pada pagi hari. Ada banyak pilihan tempat untuk mencoba tinutuan, tapi setiap orang biasanya punya selera sendiri-sendiri. Pilihan saya jatuh di rumah pertama Jalan Wakeke.

Di tempat yang saya datangi, harga tinutuan terjangkau isi kantong. Untuk satu porsi harganya Rp12 ribu. Sedangkan lauk tambahan harganya berkisar Rp5 ribu per buah. Ingin sarapan yang lebih berat? Coba saja nasi kuning saroja. Nasi kuning buatan keluarga Saroja ini bukan saja tenar di kalangan warga Manado tapi juga para pendatang yang ketagihan untuk mencobanya.

Terletak di Jalan Diponegoro, warung nasi kuning saroja menempati rumah yang sederhana. Pagi hari pengunjung memadati semua meja yang tersedia. Hebatnya, meskipun pengunjung banyak, mereka tidak perlu lama menunggu pesanan datang. Nasi kuning yang pulen dan gurih itu dimakan dengan abon ikan cakalang, semur daging dan kentang, serta keripik kering ubi. Tadinya, saya menyangka itu adalah kering kentang, ternyata setelah masuk ke dapurnya, saya baru tahu kalau masakan itu terbuat dari ubi jalar.

Untuk menambah kelezatan di atasnya ditaburi bawang goreng. Sebagai penyedap tersedia sambal goreng bagi yang suka pedas. Jika kurang kenyang, bisa ditambah dengan telur rebus. Benar-benar nendangNasi kuning komplet tersebut tanpa telur harganya Rp11 ribu satu piring, sedangkan dengan tambahan telur harganya Rp14 ribu.

Warung nasing kuning ini dirintis pasangan suami istri, Salma Simen dan Abubakar tahun 70an ini menghabiskan 100 kg beras dan 150 butir telur setiap harinya. Pengunjung tidak saja makan di warung, mereka juga minta nasi dibungkus untuk dibawa pulang. Agar tidak mengubah rasa, daun woka, sejenis janur, dipakai sebagai pembungkus setelah nasi yang hangat didinginkan. Saya sempat memesan beberapa bungkus untuk dibawa pulang ke Jakarta, dan memang benar, rasa tetap enak.

altJAJANAN KHAS MANADO
Mau coba jajanan pasar ala Manado? Datanglah ke Jalan Sudirman IV yang oleh warga Manado dikenal sebagai Pasar Kanaka. Ada beberapa toko kudapan dan roti di sini, namun yang lengkap adalah Evie Cake & Bakery. Jika berniat untuk membeli rupa-rupa kudapan, datanglah ketika matahari belum tinggi. Sebab, pengunjung biasanya membeli dalam jumlah banyak untuk keperluan acara mereka. Kudapan yang dijual di Evie Cake & Bakery amat beragam, harganya pun cukup terjangkau Rp 2 ribu sampai Rp3 ribu per buah. Kudapan tersebut adalah titipan dari beberapa pembuat kue, sedangkan roti manis dibuat di langsung toko itu.

Ketika saya mampir di toko tersebut, saya langsung lapar mata melihat demikian beragamnya kudapan yang ditawarkan seperti, kue apam, nasi jaha (nasi ketan yang dimasak dalam bamboo), kue ku, sus, lalampa isi ikan, wajik, dan bakpao. Dijamin semua jajan pasar Manado bisa didapatkan di sini. Rasa dan kualitasnya tentu saja tidak mengecewakan.

Selain itu ada Kios EsTjie Mieyang menyempil di Jalan Sudirman sejak 1957. Tidak ada pelang besar, apalagi lampu menyala yang menunjukkan kios ini. Tapi, di sinilah tempatnya jika Anda ingin merasakan kudapan khas Manado seperti es kacang merah, pisang goreng, nasi kuning, perkedel nike, jagung rebus, milu kuah, tinutuan atau pun gohu (semacam asinan yang bahannya papaya muda). Nama kios yang sederhana ini berasal dari pendirinya Tjie Mie, sekarang pengusaha kios yang kini dilanjutkan oleh putrinya, Nyonya Nan.

Yang menjadi sajian khas kios Es Tjie Mie tentu saja es kacang merahnya, yang terdiri dari es kacang durian dan es kacang alpukat. Porsinya cukup besar dan harganya hanya Rp14 ribu per gelas. Walau setelah makan es kacang merah perut saya terasa penuh. Tapi, tidak ada salahnya mencoba pisang goreng yang disajikan dengan sambal. Di Indonesia bagian timur, pisang goreng memang pisang goreng dimakan dengan cocolan sambal. Rasa pisang yang manis dinetralkan dengan rasa sambal yang pedas, sungguh paduan rasa yang menarik. Es Tjie Mie tidak membuka cabang di tempat lain, jadi kalau ingin merasakan es kacang merah yang autentik, di sinilah tempatnya.

altSEAFOOD
Jangan bilang ke Manado jika belum mampir ke restoran seafoodnya. Kawasan di Jalan Tanawangko, di sisi barat Manado adalah tempat berkumpulnya restoran seafood. Letaknya berjajar di tepi pantai, jadi laut lepas menjadi pemandangan utamanya. Dari banyak restoran di daerah Malalayang ini, Restoran Ria Rio adalah yang saya pilih.  Jika Anda memilih meja di tepi laut, Pulau Manado Tua bisa terlihat dari kejauhan. Apalagi bila Anda datang pada sore hari, pemandangan sunset nan indah akan menjadi pelengkap yang istimewa.

Sebagai restoran seafood, banyak pilihan ikan segar yang disajikan seperti ikan bobara, kakap merah, gorapa, kerapu, udang galah, dan cumi. Kita pun bisa memilih cara masaknya dengan dibakar, digoreng, atau asam manis. Jika memilih ikan bakar, sambal yang disajikan juga macam-macam tergantung permintaan, ada dabu-dabu, sambal mangga, atau sambal goreng.

Untuk sayurannya ada pilihan tumis daun bunga pepaya, tumis kangkung, dan capcay. Mumpung di Manado cobalah tumis daun bunga pepaya. Sebagai minuman, coba pula es kelapa yang khas, selain daging kelapanya yang banyak ada tambahan gula merah cair sebagai sirop, porsinya juga besar.

Dari segi rasa masakan di Ria Rio tidak mengecewakan bahkan bisa bikin ketagihan, pelayanannya pun baik. Meskipun ramai pengunjung kita tidak perlu menunggu lama hidangan yang sudah dipesan. Semua datang dengan cepat. Harga seafood cukup terjangkau antara Rp25 ribu sampai Rp50 ribu per porsinya. Jadi, bagi yang mau ke Manado, bersiaplah mengosongkan perut Anda untuk menikmati berbagai masakan dan kudapan lezat.

Ekstremnya, 10 Kuliner Pesta Dari Manado

REP | 01 March 2012 | 15:28 Dibaca: 6748   Komentar: 19   2 menarik
“Torang mo pesan kapal ke Bunaken for tanggal 24 Maret, boleh? “, tanya saya kepada Fadly melalui hp-nya. Fadly adalah salah satu koordinator yang mengelola pemakaian kapal-kapal Katamaran yang biasa melayani wisatawan ke Bunaken. Sehari-hari Fadly berada di pelabuhan Pantai Marina Manado, dermaga resmi menuju ke Bunaken.
“For tanggal itu, kapal kita so ada yang pesan. Jumlah orang yang mo pake sekitar 350 orang. Jadi semua kapal nanti dipakai.”. Informasi ini membuat saya berpikir untuk mencari kapal lain. Namun, sebelum ditutup hp-nya, ia mengingatkan bahwa berdasarkan peraturan sekarang, satu kapal dibatasi hanya 15 orang saja. Bayangkan berapa kapal yang disewa pada hari itu.
Informasi tentang kedatangan wisatawan dalam jumlah besar ke Manado pada tanggal itu membuat saya tertarik untuk membuat tulisan tentang 10 kuliner pesta dari Manado. Saya berharap wisatawan yang datang ke Manado dan sekitarnya tidak perlu kaget melihat ekstrimnya hidangan kuliner Manado. Untuk para pencinta wisata kuliner pesan saya jangan melewatkan jalan-jalan anda untuk wisata kuliner khas Manado.
1330589733651086397
Midal dan Tinutuan (foto: google)
1. Tinutuan
Apa itu Tinutuan? Kuliner yang satu ini adalah nama lain dari bubur Manado. Kesan pertama kali melihat tinutuan, pasti anda akan berkomentar, “Kok klentrek-klentrek ya”. (lembek cair). Memang seperti itu. Namun, soal rasa jangan ditanya. Bubur Manado yang diolah dengan sedikit beras, dan dicampur dengan aneka sayuran, seperti kangkung, daun bayam, sambiki (labu kuning), ubi, jagung muda, gedi, dan disantap masih panas dengan dicampur “rica roa” (sambel yang terbuat dari ikan Rowa), rasanya “Sadap butul, ini makanan”. Nah, jika bubur Manado ini ditambah mie, maka namanya berubah menjadi “midal’. Di tambah dengan mie, semakin sedap bubur Manado ini. Maka, sarapan pagi anda akan terasa nikmat dan kenyang.
2. Pangi
Anda pasti pernah mendengan “kluwak”? Kluwak adalah buah penyedap rasa yang digunakan untuk membuat rawon yang kuahnya berwarna hitam. Nah, dari pohon yang sama, masyarakat Manado justru memanfaatkan daun mudanya untuk dijadikan sayuran “pangi”. Proses pembuatannya sangat unik. Daun dirajam tipis-tipis mirip seperti rajaman daun tembakau. Namun sebelumnya, batang daun pangi dikurangi ketebalannya. Sesudah dirajam, dan ditaruh bumbu lalu masuk dalam buluh. Bumbunya terdiri dari daun bawang, kemangi, biji pala, jahe (goraka) dan cabe yang diulek. Adakalanya pangi direbus setengah matang dulu, Tapi ada juga yang tidak direbus, tergantung kebiasaan masing-masing. Lebih enak lagi dicampur daging tawak (lemak) babi yang berfungsi melembekkan daun pangi. Buluh yang sudah diisi pangi tadi lalu dipanaskan di dekat bara api tapi bukan dibakar supaya buluh tidak pecah, Setelah kira-kira satu jam secara merata kena bara api, pangi buluh ini siap disantap.
1330589864987370889
Masak Buluh, Tradisional Bercitarasa Tinggi (foto: Google)
3. Saut
Sayuran dari batang pisang muda (batang paling dalam setelah pelepahnya dikeluarkan) termasuk sayuran favorit kesukaan orang Manado. Dengan diiris menjadi kecil-kecil batang pohon pisang muda itu dibumbui sama persis dengan pangi. Biasanya dicampur dengan daging ayam atau babi. Saut termasuk hidangan pesta, karena selalu tersedia saat kita datang ke acara. Rasanya enak dan gurih, serta sedikit keras. Warnanya coklat.
4. Tumis Daun Pepaya
Rata-rata sayuran kuliner khas Manado itu organik. Maksudnya, sayur-sayurnya memang diambil dari hutan atau kebun yang tidak perlu pakai obat kimiawi. Salah satu contohnya ada daun pepaya ini. Sayuran ini diolah mirip dengan pangi. Bedanya dimasak di wajan atau digaro. Umumnya, daun pepaya ini dicampur dengan daging dalam setiap pengolahannya. Supaya rasa pahit hilang biasanya dicampur dengan jantung pisang. Jadi, direbus dulu dan airnya dibuang lalu dimasukkan dalam wajan dan diberi bumbu dan sedikit minyak kelapa. Daun papaya disukai karena berkasiat mencegah segala penyakit.
5. Kangkung Tumis
Tidak seperti daun pepaya buluh, sayuran kangkung ini alih-alih menjadi pelengkap yang harus ada jika anda mampir di rumah makan Minahasa Food atau rumah makan terapung. Pengolahannya seperti biasa saja yaitu ditumis. Hanya bedanya pada kangkungnya. Di Manado dan sekitarnya, kangkung mudah didapatkan di daerah yang banyak air seperti Danau Tondano, atau di lereng-lereng Gunung atau Bukit yang mempunyai sumber air yang mengalir. Warnya hijau bersih (bukan agak kehitaman) dan rata-rata ukurannya besar. Uniknya, batang kangkung pun tetap dimasak. Jika dikunyah, selain rasanya sedap, suaranya sedikit “kriuk-kriuk”. Dicampur dengan bunga pepaya, enak juga kok.
6. Tinoransak
Awal mulanya, Tinoransak adalah makanan tradisional yang bahan utamanya adalah daging babi. Bumbu dan cara memasaknya hampir sama dengan pangi, yaitu dimasukan dalam buluh lalu dipanaskan dalam bara api. Supaya warna masakannya menarik dan tidak kusam biasanya dicampur dengan sedikit darah sebelum dimasukkan dalam buluh. Sekarang, tinoransak sudah menjadi jenis masakan yang meng-Indonesia sehingga dagingnya bisa diganti daging kambing, sapi, ayam atau lainnya. Cara masaknya pun tidak harus dimasukan di buluh, tetapi bisa di atas wajan.
7. Kawok
Nama lain dari “kawok” adalah tikus hutan ekor putih. Ekornya yang berwarna putih inilah yang secara khusus membedakan dengan tikus rumahan atau jalanan. Kawok mudah didapatkan jika ada pemburu yang pulang dari hutan. Mereka mendapatkan tikus ini di pohon-pohon besar seperti pohon Enau (pohon saguer). Masyarakat mengolah dagingnya (tanpa ekor), dengan dibumbui racikan batang bawang, kemangi, sereh, cabe, goraka, daun lemon, kunyit , kepala santan. Istilah kepala santan adalah santan pertama dari hasil remasan pertama parutan buah kelapa. Remasan berikutnya tidak dipakai.
8. Paniki
Cara memasak Paniki sama dengan memasak Kawok. Masak santan dengan aneka macam rempah dicampur jahe khas hutan Manado, jadilah kuliner ekstrim yang sering diburu oleh wisatawan. Paniki adalah kelelawar besar atau kalong. Paniki ukuran besar banyak didapat di Sulawesi Tengah.
Mencari kuliner ekstrem ini sangat mudah. Datangi saja rumah makan yang bertuliskan Minahasa Food. Jika anda pergi ke Tomohon silahkan bersitirahat sejenak di Tinoor, jalan mendaki yang berkelok-kelok dan memiliki view kota Manado dari atas. Rasa pedasnya Paniki membuat anda tak akan berhenti makan sebelum hidangan itu sungguh tuntas. Jangan lupa sayap-sayapnya pun enak diseruput.
Satu ekor paniki yang belum diolah harganya mulai dari Rp. 25.000 ribu, tergantung besar kecilnya, Kuliner ini sedikit mahal karena kalau orang tidak tahu membersihkannya, daging masakannya terasa anyir. Tak hanya itu, untuk mendapatkan cita rasa yang enak, lebih lama (setengah hari) di belanga dengan api sedang, lebih sadap.
1330589957258124639
Woku dan Kawok (dok. pribadi)
9. Tuturuga
Kalau yang satu ini sangat langka. Tuturaga adalah sebutan untuk labi-labi atau kura-kura. Sangat jarang didapat di pasar. Kebanyakan terdapat di rumah makan di sepanjang pantai. Langkanya kuliner ini juga disebabkan oleh sadarnya masyarakat dalam melestarikan binatang-binatang yang dilindungi. Kalau ditanya soal rasa, semua masakan Manado bercita rasa tinggi dan enak karena olahan rempahnya yang hebat. Khasanah kuliner memasukan tuturaga sebagai salah satu jenis masakan, sehingga dagingnya bisa diganti daging sapi, ayam atau kambing.
10. Woku Belanga
Yang dimaksudkan dengan belanga adalah wajan untuk masak atau goreng. Woku adalah bumbu masakan khas dengan banyak rempah-rempahnya. Setelah diulek hingga lembut, lalu dioleskan pada ikan sebelum dimasukkan dalam belanga. Bumbu ditumis di belanga baru ikannya terakhir. Melihat masakan ini, anda akan teringat dengan bumbu pepes ikan yang warnanya kuning. Mirip pepes katanya.
Apakah masih ada kuliner khas Manado lainnya selain 10 kuliner tadi? Ada dan masih banyak, Sepuluh kuliner itu adalah kuliner tradisional yang kerap disajikan dalam pesta, seperti ulang tahun, perkawinan, masuk rumah baru, atau peringatan arwah. Kuliner pelengkap pesta lainnya antara lain nasi jaha, nasi bungkus, saguer, ragey, kolumbi, bergedel jagung manis, kuah asam dan lainnya.
1330590301364874809
Kangkung dan Dabu-dabu (dok.pri)
Pedasnya masakan Manado membuat lidah terus bergoyang. Meski pedas biasanya saya masih mencari rica dabu-dabu dan sambal pelengkapnya. Kuliner Manado bisa saja dalam bentuk makanan yang bisa dibawa pulang oleh wisatawan. Oleh-oleh khas Manado antara lain Ikan Cakalang Fufu (ikan Asap), Rica Roa, Bakasang, Clampertart, Bagea, Manisan pala, Kenari, Kacang Goyang, Krepek Talas, dan lainnya. Untuk mendapatkan kuliner itu anda bisa beli di tempat oleh-oleh di sepanjang jalan Tikala, di Wanea atau di supermarket.
Salam Kuliner Kompasiana.

Makanan Khas Manado

 
 
 
 
 
 
2 Votes

Harus  diakui, Manado punya segudang makanan yang luar biasa!!! Beberapa hari saja di Manado, anda akan merasakan berat badan yang bertambah,,,heheheh. Makanan di manado sangat di pengaruh dari makanan khas masyarakat Minahasa, sehingga orang menyebutnya Makanan khas Minahasa.  Makanan – makanan di Manado akan menjadi Surga bagi lidah anda…Mari makan
Pertama yang harus dibahas adalah Dabu-Dabu. bagi pecinta sambal… Dabu-Dabu layak diberi predikat “Harus dicoba”.  rasanya unik, pedas, ada sedikit asemnya juga…. enak deh pokoknya!!

Coba lihat warnanya yang cantik ini… Siapa yang tak tergoda mencicipinya?
Dabu-Dabu ini merupakan sambal yang dibuat dari bahan bahan mentah yang diiris kasar. Kalau sambal di jawa biasanya di haluskan (di uleg), Dabu-Dabu cukup dicampur saja jadi satu semua bahannya. Rasanya yang segar cocok sekali disandingkan dengan Ikan Bakar. Wuih mantab!!!!
Yang kedua, tentu saja Pisang goreng yang dimakan sama sambal, unik kan??. Apalagi jika  makan pisang gorengnya sore menjelang petang di teluk Manado, di sampingnya ada segelas Es Kelapa Muda dengan gula merah. Oh…..top margo Top…dech!!!
Apalagi Makanan yang satu ini ” Ikan Woku Belanga “
Manado yang terletak di tepi laut punya hidangan
khas yang berbahan ikan, tidak heran kalo makanan
yang satu ini menjadi favorit “Ikan Woku Belanga”
yang rasanya nendang banget …..
Masakan manado emang selalu menggugah selera, pedes dan segar, yuk dicobaiiin….

Satu lagi yang unik, “Nasi Kuning bungkus janur”
Coba perhatikan cara membungkusnya. Lucu kan??
Isi Nasi Kuning terdiri dari telur dan irisan daging sapi tipis tipis, disuwir suwir….
Nasi Kuning khas manado sedikit beda dengan Nasi Kuning yang ada di Jawa, terlebih dari segi rasa kaya akan bumbu.
Sebenarnya masih banyak makanan khas manado yang lezat, unik dan menarik.
Buktikan aja dech sendiri dengan segera berkunjung ke Kota Manado, dijamin lidah anda akan ketagihan.
                                     

Donderdag 14 Maart 2013

makanan khas garut

Chocodot Cokelat Dodol Kuliner Anti Galau Asli Garut

Chocodot Cokelat Dodol Kuliner Anti Galau Asli GarutBaraya Inilah Garut Online, kota intan bukan hanya dikenal karena memiliki tempat wisata dengan panorama dan karakter khas alamnya yang menawan, namun Garut juga terkenal karena kulinernya yang istimewa. Dodol Garut adalah salah satu icon kuliner Garut yang sangat familiar. Dan kini muncul satu lagi kuliner khas Garut yang tidak jauh dari bahan dasar dodol [...]

Kerupuk Kulit dan Dorokdok Garut Cemilan Khas Garut

Kerupuk Kulit dan Dorokdok Garut Cemilan Khas GarutTidak lengkap jika ketika anda berkunjung ke Garut, tidak mencicipi satu lagi makanan khas Garut yakni kerupuk kulit dan dorokdok. Kerupuk kulit dan dorokdok adalah makanan tradisional khas Garut memiliki rasa khas, renyah, pokoknya gak ada duanya. Kedua jenis cemilan ini hampir sejenis bedanya hanya di racikan bumbu serta bahan dasarnya. Jika kerupuk kulit terbuat [...]

Emplod (Endog Lewo) Makanan Khas Oleh-Oleh Garut

Emplod (Endog Lewo) Makanan Khas Oleh-Oleh Garut MalangbongEmplod atau Endog Lewo merupakan salah satu dari sekian banyak makanan khas yang bisa dijadikan oleh-oleh anda sepulang dari kota intan Garut. Makanan ini adalah makanan ringan sederhana dengan rasa khas. Emplod terbuat dari tepung singkong yang diberi bumbu tradisional yang mudah didapatkan, namun tetap ada rahasia bumbu racikan tertentu yang membuat rasa dari endog [...]

Burayot Kue Tradisional Khas Garut

Burayot Kue Tradisional Khas GarutBurayot Kue Tradisional Khas Garut. Burayot merupakan nama sebuah makanan khas dari Garut. Mungkin di kalangan luar, yang sangat menonjol khas Garut adalah dodol, padahal di Garut itu sangat banyak makanan khasnya terutama makanan khas tiap kecamatan. Burayot yang sangat dikenal oleh masyarakat Leles, Kadungora dan Wanaraja yang memiliki rasa yang manis dan gurih sehingga [...]

Dodol Garut Makanan Khas dan Komoditas Garut

Dodol Garut Makanan Khas dan Komoditas Garut, dodol industri ukm, chocodot picnic garutDodol Garut merupakan makanan khas dari Kab.Garut dan sebagai salah satu komoditi yang turut mengharumkan nama Garut di Indonesia bahkan sampai ke mancanegara. Komoditas ini telah berlangsung sejak tahun 1962 yang dipelopori oleh Ibu Karsinah menggunakan proses dan cara pembuatan sederhana dan seiring dengan berkembangnya waktu, Dodol Garut terus berkembang dan tetap menjadi salah satu [...]

Jeruk Garut, Buah Jeruk Khas Garut

Jeruk Garut, Buah Jeruk Khas GarutJeruk Garut, Buah Jeruk Khas Garut – Jeruk Garut merupakan buah jeruk Khas Garut, flora khas Kabupaten Garut ini merupakan salah satu kebanggan dan icon Garut dan juga merupakan ciri khas juga identitas Garut di mata kota-kota lainnya. Garut dikenal sebagai sentra penghasil dan penjual buah-buahan khususnya jeruk di Jawa Barat dan juga Indonesia, bahkan sampai [...]

Sambal Cibiuk Garut

Sambal Cibiuk GarutSambal Cibiuk Garut – Menurut sumber yang tersebar di masyarakat Kecamatan Cibiuk, bahwa resep sambel Cibiuk dibawa dari Arab. Terlepas benar atau tidaknya, sambel yang dibuat di kecamatan cibiuk ini mempunyai perbedaan dengan sambal-sambal lainnya karena dibuat dari bahan: tomat hijau, serawung, cabe rawit dan bumbu lainnya. Walaupun pedas tetapi tidak akan menimbulkan panas pada [...]